EVALUASI KEBIJAKAN PUBLIK
November 21, 2008
EVALUASI KEBIJAKAN PUBLIK
September 1997
Andaikan saja kita hidup di sebuah dunia yang serba pasti dengan sistem administrasi publik yang serba sempurna, dan dengan dukungan aparat birokrasi yang bersih, berwibawa, akuntabel serta responsif kepada tuntutan publik barangkali tak ada alasan untuk melakukan evaluasi. Sayang, pengalaman kita selama hidup bernegara dan bermasyarakat mengajarkan pada kita bahwa kita tidak hidup dalam dunia yang demikian.
Fenomena banyak omong adalah sesuatu yang biasa kita temukan dalam dunia kebijaksanaan dan politik, sedangkan apa yang disebut sebagai tindakan konkret, lebih-lebih efektif, jarang sekali kita temukan.
Tentu saja ada banyak keputusan kebijakan yang telah dibuat pemerintah, entah itu di bidang pangan, lingkungan hidup, energi, perumahan rakyat, pendidikan, pertanahan, kesehatan masyarakat dan sebagainya namun belum semuanya membawa implikasi mendasar pada berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi dan politik masyarakat.
Siapakah yang bisa menjamin bahwa tindakan-tindakan politik dan administratif yang efektif, responsif, akuntabel dan adil telah dilakukan, dan dengan cara bagaimana hal itu dilakukan?
Persoalan-persoalan di atas jelas tidak mudah dicarikan solusinya, termasuk oleh penguasa politik yang sekuat apapun.
Melalui proses evaluasi ini, kita dapat mengukur sampai seberapa jauh proses kebijakan tertentu berjalan baik (sesuai rencana), karena lewat evaluasi itu kita dapat membandingkan antara keluaran yang senyatanya dicapai (actual outputs) dengan keluaran yang diharapkan (expected measure). Suatu analisis terhadap keluaran kebijakan (policy output analysis) dengan demikian setidaknya dapat menjelaskan pada kita apakah tujuan dan sasaran dari proses kebijakan atau program yang sedang ditelaah tercapai atau tidak.