Prof. Drs.H.Solichin Abdul Wahab, MA,PhD adalah Arek Malang Asli (AREMA), dilahirkan di kota Malang pada hari Rabu Wage, 1 November 1948. Kehidupan masa kecilnya hingga saat meraih gelar Sarjana Administrasi Negara (Drs) dihabiskannya di sebuah kampung kecil Kauman yang terletak tak jauh di belakang Masjid Jami’ kota Malang. Pengalaman hidup masa kanak-kanak hingga dewasa di komunitas kampung tersebut agaknya telah sempat mengguratkan spirit keagamaan, kebangsaan dan kerakyatan serta sikap ilmiah sebagai akademisi yang produktif–tercermin dari puluhan karyanya mulai dari kolom surat kabar, artikel ilmiah maupun buku-buku ajar untuk perguruan tinggi.
Jenjang pendidikan ditempuhnya mulai dari Sekolah Rakyat (sekolah dasar) hingga pendidikan S1 (Universitas Brawijaya) kesemuanya dijalani di kota Malang. Semasa menjadi mahasiswa di Fakultas Ketatanegaraan Dan Ketataniagaan (FKK,kini FIA) aktif berperan dalam kepengurusan organisasi kemahasiswaan intra kampus dan menduduki berbagai jabatan penting di struktur kepengurusan Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM). Sejak mahasiswa pula ia telah dipercaya sebagai asisten pengajar untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Politk dan Sistem Politik Indonesia.
Sesudah mendapat gelar sarjana dalam Ilmu Administrasi Negara (1978) ia diangkat sebagai dosen tetap di FIA Universitas Brawijaya (UB). Setelah masa pengabdiannya sebagai dosen di almamaternya dirasa cukup, ia kemudian melanjutkan S2 ke negeri Belanda di perguruan tinggi terkemuka, Institute of Social Studies (ISS) atas biaya Konsorsium Antar Universitas-universitas Belanda Untuk Kerjasama Internasional, NUFFIC. Tesisnya berjudul The Functioning of Pancasila Ideology in Indonesian Political System Under the New Order Government mengantarkannya meraih gelar Master of Arts (MA) dalam bidang Public Policy (Kebijakan Publik).
Motivasi belajarnya yang tinggi mendorongnya untuk melanjutkan studi S3 kembali ke Negeri Belanda dengan penelitiannya terhadap kehidupan para petani kecil di daerah lahan kapur Malang Selatan (1996). Ia memperoleh gelar doktornya (PhD) dari Universitas Wageningen, dengan judul disertasi How Farmers Cope : Case Studies of Decision Making in Six Farm Households in South of Malang, East Java.
Pada tanggal 30 Oktover 1999 ia dipromosikan dalam jabatan Guru Besar (Profesor) dalam Ilmu Kebijakan Publik dengan menyampaikan pidato pengukuhan di depan senat UB yang berjudul Reformasi Pelayanan Publik : Kajian dari Perspektif Teori Governance.

Yes, it is a well presented blog,
By visiting the blog, many young scholars and post grade students may follow the spirit and the commitment to the academic achievement and academic works that you’ve achieved.
The Kauman childhood background have been typically figured as only following their partisan local culture which mainly deal with the regular “ibadah mahdhoh” and then working and preparing to get married. You inspired them to make a breakthrough.